KUMPULAN PELUANG USAHA, PELUANG BISNIS, IDE USAHA TERBARU 2014

BUKA WARALABA FITNESS



Risiko investasi rendah namun peluang berkembangnya sangat terbuka. Inilah yang dijanjikan Iwan Kumara melalui franchise Sinergi Fitness. Wiyono

Tengah mencari franchise untuk mulai bisnis? Waralaba fitness centre adalah salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan? Saat ini olah kebugaran seperti fitness, senam aerobik, senam dance, yoga, dan sebagainya mulai menjadi gaya hidup, dan bukan hanya di kota besar. Khususnya para kaum muda, pria dan wanita, baik pelajar, mahasiswa, juga eksekutif, tertarik menjadi anggota klub kebugaran untuk berbagai tujuan. Entah itu sekadar untuk menjaga kebugaran, merampingkan badan, mengencangkan atau membentuk otot supaya terlihat lebih kekar, atau cuma karena ingin dibilang gaul serta keren.

Sedangkan salah satu bisnis waralaba fitness centre yang cukup menarik tersebut seperti yang ditawarkan oleh Sinergi Fitness (SF) yang berpusat di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Asal tahu, SF sebetulnya telah eksis di dunia bisnis sejak 1999 sebagai produsen sekaligus distributor produk-produk peralatan fitness merek lokal, yaitu Delta, Sinergi, serta Relent.
Iwan Kumara, General Manager SF mengakui, pertumbuhan olah kebugaran di tengah-tengah masyarakat sebenarnya tidak lepas dari kampanye yang dilakukan oleh beberapa atlet bina raga di tanah air yang kemudian mengembangkan karir menjadi bisnis olah raga. Di antaranya yang terkenal Ade Rai serta beberapa lainnya yang memiliki visi dan misi sama, yakni mengembangkan bina raga, fitness dan pusat kebugaran di Indonesia, dengan memperkenalkan fitness sebagai satu bagian dari gaya hidup.

Hanya sayang, franchise fitness centre yang mereka buat biasanya lebih fokus membidik kelas menengah ke atas. Maka, seperti dikatakan Iwan, mulai 2006 SF ikut meramaikan bisnis pusat kebugaran namun mengincar pasar yang ada di bawahnya atau yang lebih terjangkau masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari besarnya iuran keanggotaan per bulan cuma Rp 75 ribu-Rp 120 ribu, sementara jumlah modal bagi franchisee kurang lebih hanya sekitar Rp 100 juta.
“Investasi Rp 100 juta itu juga bukan untuk kami, juga bukan merupakan franchise fee, melainkan murni 60%-65% untuk dibelikan peralatan, dan sisanya untuk keperluan perlengkapan, seperti cermin, AC dan sebagainya. Jadi besarnya fleksibel, tergantung lokasinya serta luas tempat. Yang pasti range antara Rp 80 juta hingga Rp 150 juta,” ungkap pria yang sudah berpengalaman lebih 12 tahun di olah raga fitness ini.

Program franchise yang ditawarkan seperti franchise pada umumnya tetapi Iwan lebih suka menyebutkan sebagai semi waralaba. Artinya mitra waralaba berhak memakai nama brand SF, juga memperoleh dukungan sistem manajemen, SOP, desain, lay out, penyediaan peralatan, training, pembukuan, sampai pada penyediaan instruktur. Namun istimewanya, hingga sampai cabang ke 10 tidak ada pungutan franchise fee. “Baru mulai cabang ke 11 dan seterusnya dikenai franchise fee sebesar 2,5 % per bulan untuk pendapatan per bulan Rp 12 juta, dan 5% bagi pendapatan di atas 12 juta,” lanjutnya.
Menurut Iwan tidak ada prasyarat yang terlalu rumit dibebankan kepada calon investor, kecuali menyediakan 2 buah ruangan seluas @ 60 m2. Tempat tersebut bisa berupa ruko, rumah, kantor atau gedung. Bisnis fitness centre adalah bisnis yang tidak hanya berdiri sendiri dan bisa bergabung dengan unit usaha lain. Sehingga apabila memiliki atau pun telah menyewa tempat yang terdiri lebih dari dua lantai, lantai pertama bisa dipergunakan untuk bisnis lain. Sementara SF bisa menempati lantai ke 2 dan ke 3 yang biaya sewanya lebih murah.

Meskipun dalam dunia usaha lokasi acap kali menjadi faktor penentu, tetapi Sarjana Akuntansi Unila tersebut menyebutkan, dalam bisnis fitness centre lokasi bukanlah faktor utama. Sebagai bisnis destinasi, asal konsumen sudah tahu lokasi, tempat yang tersembunyi di perumahan pun akan tetap dikunjungi. Namun lokasi paling ideal yakni dekat dengan perumahan, kampus, dan pusat perbelanjaan.
Malah, ditambahkan, franchisor juga menjalin kerja sama dengan beberapa rekanan yang bersedia menyediakan tempat. Dengan demikian mitra dapat memperoleh lokasi strategis tanpa harus repot sewa tempat, jadi tinggal mengelola saja. Saat ini terdapat tiga lokasi yang tersedia, dua buah di Jakarta Selatan, dan lainnya di pusat perbelanjaan kota Depok.

Kelebihan lain yang dimiliki dibanding jenis usaha lain yang memiliki perputaran modal tinggi, franchise fitness centre memiliki risk of investment lebih rendah. Sementara sebagai bisnis jasa yang menyangkut gaya hidup, peluangnya akan terus tumbuh dan tetap terus eksis. Bisnis ini juga tidak bakal mengganggu kegiatan utama sebab sekali sudah beroperasi, ia akan jalan dengan sendirinya. “Yang penting kasirnya sendiri yang kita pegang, sudah running setiap hari,” Iwan menjamin.

Karena target pasarnya adalah pangsa kelas B, dengan berpendapatan Rp 1 juta-Rp 5 juta per bulan maka di setiap cabang SF diyakini lebih mudah merangkul banyak anggota. Apa lagi dengan menerapkan sistem link antar cabang, setiap anggota berhak menikmati semua fasilitas yang ada di lokasi fitness, semisal sauna, spa, ataukah high speed internet acces setiap hari, setiap saat secara gratis di semua cabang Sinergi Fitness. Dalam kondisi sehat diperkirakan BOP sudah akan tercapai dalam jangka 12 bulan atau setahun.

Tantangan yang dialami pengelola cabang barangkali adalah kesulitan dalam me-maintain member agar mau berlatih secara kontinyu dalam jangka waktu lama. Sebab menurut Iwan sudah menjadi tipikal masyarakat kita cepat bosan dan berubah pikiran. Berlatih 2 bulan lalu menghilang, atau berangkat kalau ada ajakan teman. “Sehingga kita harus terus-menerus mencari member baru,” ujarnya menekankan hal itu, di samping upaya edukasi terhadap pencapaian hasil latihan yang perlu dilakukan.
Hingga sekarang SF telah memiliki 7 buah cabang, 5 lokasi terletak di Jakarta, Tangerang, serta Bekasi, dan 2 cabang lainnya di Medan dan Jayapura. Sedangkan target yang ingin dicapai, seperti diungkap, paling tidak memiliki 50 franchisee dalam waktu tiga tahun, mulai 2007-2010, ditambah beberapa master franchisor di luar kota atau pulau.

Analisa Usaha Franchise Sinergi Fitness

Investasi Awal:
- Peralatan fitness Rp. 65.000.000,-
- Kelengkapan tambahan Rp. 29.500.000,-
- Papan nama usaha Rp. 2.800.000,- +
Total investasi awal Rp 99.300.000,-

Proyeksi Pendapatan Setiap Bulan:
- Pendaftaran 45 member baru
+ iuran bulan pertama @ Rp 145.000,- Rp. 6.525.000,-
- Iuran bulana 50 orang @ Rp 95.000,- Rp. 4.750.000,-
- Walk in guest 20 orang @ Rp 20.000,- Rp. 1.200.000,-
- Penjualan minuman, suplemen,
merchandise @ Rp 100.000,-/hari Rp. 3.000.000,- +
Total proyeksi pendapatan/bulan Rp. 15.475.000,-

Proyeksi Biaya Operasional:
- Gaji instruktur senam Rp. 2.475.000,-
- Gaji supervisor fitness Rp. 1.000.000,-
- Gaji kasir dan staff Rp. 2.200.000,-
- Biaya listrik, telepon, dan air Rp. 700.000,-
- Biaya lain-lain Rp. 1.000.000,- +
Proyeksi pengeluaran bulanan Rp. 7. 375.000,-


Total Pendapatan Bersih:
Rp 15.475.000,- – Rp 7.375.000,- = Rp 8.100.000,-/bulan

BOP:
Rp. 99.300.000,- : Rp. 8.100.000,-/bulan = 12,6 bulan
Waralaba Veneta System adalah sebuah konsep jaringan usaha dalam bidang isi ulang tinta printer baik inkjet, toner maupun ribbon.

Konsep waralaba yang telah teruji dan menguntungkan ini memungkinkan Anda untuk menjadi pemilik dari salah satu atau beberapa unit outlet ini sebagai pemegang hak waralaba (franchisee) Veneta System.

Menjadi franchisee Veneta System berarti Anda memiliki usaha sendiri, menjalankan usaha sendiri dibawah bimbingan Veneta System dan juga menjadi bos untuk diri sendiri serta tentunya akan mendapatkan keuntungan yang memuaskan.
Keuntungan memiliki Waralaba Veneta System

Dengan Merk dan Brand yang telah melekat kuat di ingatan masyarakat luas, kehadiran Veneta System dimanapun dapat mempermudah setiap outlet untuk menjalankan usaha sejak hari pertama beroperasi.

Dengan satu komitmen bersama antara Franchisor dan Franchisee untuk maju bersama jaringan waralaba Veneta System, kesuksesan dalam menjalankan usaha ini terbukti berhasil baik.

Dari sisi persiapan awal, praktis Calon Franchisee hanya perlu mempersiapkan tenaga kerja yang akan diseleksi dan lokasi usaha yang akan direkomendasikan serta sejumlah dana investasi awal.

Persiapan awal pembukaan toko akan banyak dibantu oleh pihak Franchisor, seperti tinjauan proyeksi usaha, pelatihan, renovasi tempat usaha, sistem operasionil, pre-marketing program serta perlengkapan dan peralatan kerja di outlet.

Dan yang tak kalah penting adalah masalah Periklanan. Brand yang telah terbentuk saat ini tidak lepas dari dukungan promosi dan periklanan yang tak pernah putus, baik dalam bentuk program-program pameran, iklan media cetak dan elektronik, iklan out-door, talk show, dan lain-lain.

Ini semua menjadi suatu kekuatan yang sulit untuk dilakukan oleh pihak lain yang bergerak di bidang waralaba pada umumnya.
Customer Profile

Veneta System tidak memberikan batasan untuk segmen pasar yang dituju, sepanjang mereka merupakan kelompok pengguna printer untuk setiap komputer yang mereka gunakan.

Tidak ada pembatasan usia ataupun gender dalam kategori pelanggan kecuali untuk komunitas pelanggan itu sendiri, yang dapat digolongkan menjadi tiga kelompok pelanggan, yaitu Rumah Tangga dan Mahasiswa, Perusahaan (corporate) dan Instansi Pemerintah / Swasta.

Satu hal yang pasti, pelanggan Veneta System adalah mereka yang mengutamakan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan tinta printer berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau.


Pengadaan Produk

Salah satu faktor penting bagi jaringan outlet Veneta System adalah suplai & distribusi barang ke outlet-outlet. Pengadaan produk-produk tinta yang menjadi salah satu keunggulan Veneta System, tentu saja telah menjadi tuntutan utama bagi setiap toko.

Untuk itu Veneta System yang mendapat dukungan suplai material bermutu baik dari luar negeri telah memahami perlunya komitmen dalam pengadaan barang ini.

Dari waktu ke waktu, pengadaan produk baik yang harus diimpor maupun yang bersumber dari pusat distribusi Veneta System di Jakarta terus ditingkatkan baik dari sisi persediaan, kemasan, alokasi pemesanan dan bahkan sampai ke masalah distribusi, baik untuk jaringan di Jabodetabek maupun di luar kota atau di luar pulau.


Investasi & Keuntungan

Tidak ada jaminan bahwa suatu investasi akan memberikan hasil keuntungan yang pasti. Semua usaha dan bisnis mengandung risiko. Tetapi Waralaba Veneta System ternyata mampu membuktikan diri sebagai salah satu alternatif investasi yang unggul dan menarik, terbukti dari tingkat pengembalian investasi yang relatif cepat serta risiko yang tergolong sangat rendah. Tentunya hal ini tidak lepas dari upaya Franchisor untuk membina dan mengarahkan seluruh outlet dalam segi operasionil, sehingga hasil yang memuaskan dapat mereka peroleh. Inilah suatu bukti bahwa Waralaba Veneta System telah mewujudkan impian para investornya.

Untuk berinvestasi di Veneta System, calon franchisee harus menyediakan dana minimal Rp. 400 juta untuk investasi awal, termasuk franchisee fee, stok awal, dekorasi & furniture, peralatan, dan lain-lain. Disamping itu masih pula dialokasikan sejumlah dana untuk deposit usaha.
http://www.venetaindonesia.com/

Jangan jadikan warnet hanya sekadar bisnis halo-halo, tetapi juga bisa menjadi outlet pemasaran. Caranya? Gabung dengan MarkNet.

Permodalan dan pemasaran merupakan kendala utama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Lahirnya beberapa business solution atau pun business services, di antaranya MarkNet, merupakan usaha untuk mengatasi persoalan tersebut, khususnya di bidang pemasaran.

Sonson Garsoni, sudah tiga tahun mengembangkan MarkNet. Dia yakin jasa ini memiliki prospek bagus mengingat persaingan global menuntut adanya kemajuan secara cepat dalam merespon peluang pasar. Menurutnya, akibat kurangnya kemasan, promosi dan pencitraan produk oleh para pengusaha kecil membuat banyak produk bagus terpaksa dijual secara manufacturing contract basis dengan perusahaan besar dari Malaysia, Singapura dan "negara pedagang" lainnya. Perusahaan prinsipal inilah yang mengembangkan kemasan, merk (branding) dan mendistribusikan ke pelanggan (placement) serta menetapkan harga (price policy). Ujung-ujungnya pengusaha ibarat sekadar penyedia produk generik, sementara nilai tambah (value added) harga diperoleh oleh perusahaan prinsipal.

“Para pengusaha harus menyadari tantangan itu. Namun, jika mereka ingin memiliki dan mengelola peralatan marketing sendiri juga kurang efisien, sehingga celah inilah yang digarap oleh MarkNet dan prospeknya sangat bagus,” tukas lulusan IPB, Sosial Ekonomi Pertanian tahun 1984 tersebut.

Sesuai namanya, MarkNet menyediakan jasa layanan bisnis paripurna dan pemasaran dalam satu atap, dengan target pasar kelompok usaha kecil yang umumnya memang tidak efisien jika memiliki dan menjalankan aneka peralatan IT, multi media serta internet sendiri. Masih terbatasnya skala usaha, seringkali membuat peralatan seperti itu memiliki iddle capacity atau kurang terdayagunakan secara optimal. Disamping sifat teknologi yang cepat berubah.

Direktur PT. Paska KONSULTAN itu mengisahkan, MarkNet sebenarnya merupakan salah satu unit usaha yang dimilikinya dan telah ada sejak 2004. Sementara, Paska KONSULTAN sendiri, pada awal pendiriannya adalah perusahaan layanan jasa konsultasi dalam bidang manajemen, pertanian, lingkungan dan pemasaran. Di samping menjalankan layanan jasa konsultan berdasar pesanan instansi pemerintah maupun swasta, sekitar 10 tahun terakhir, PT Paska KONSULTAN melakukan kegiatan penelitian aksi (action research) dengan melakukan pendampingan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKM).

“Kegiatan kami di antaranya mentrasfer informasi, baik tentang standar produk, cara produksi, trend permintaan pasar dan kemasan produk, juga pendampingan usaha, yaitu menguatkan kinerja pemasaran para usahawan,” papar Sonson. Didirikan di kota Bogor, aktivitas yang dijalankan sejak selama kurun waktu antara tahun 1985-2004 sudah menjangkau kota-kota di Jawa Barat serta beberapa kota lain di seluruh Indonesia.
Karena sejak awal memiliki concern di bidang industri pertanian, maka target client pada saat itu umumnya perusahaan yang bergerak dalam usaha produksi produk olahan makanan kecil, kerajinan kayu, pupuk majemuk, pupuk urea tablet, komposter pengolah sampah organik, pupuk organik kompos, serta aneka pangan olahan. Selain itu terdapat pula beberapa produk herbal atau tanaman berkhasiat, dan juga beberapa hasil pertanian sehat yang bebas kimia, seperti beras, teh hijau (green tea), kopi dan sejenisnya yang dibantu pemasarannya.

Mengenai terbentuknya MarkNet, Sonson bertutur, ia memiliki beberapa alasan sehingga tertarik mengembangkan sarana pemasaran yang ditunjang investasi peralatan multi media, TI dan komputer tersebut. “Berdasar pengalaman, kelemahan daya saing para UKMK, antara lain lambat ketika merespon peluang pasar. Banyak produk bagus namun kurang dalam hal promosi, kemasan, penempatan dan pelayanan kepada pelanggan. Serta akibat dari inefisiensi sehingga kalah dalam kompetisi harga,” tukasnya.

Setidaknya hingga 2004, ia belum melihat adanya suatu layanan satu atap (one stop business services). Pada saat itu pengusaha pemula atau pengusaha kecil harus mendatangi wartel untuk komunikasi atau mendatangi warnet untuk layanan internet di tempat terpisah. Demikian pula mereka itu masih perlu mendatangi berbagai tempat layanan dokumen seperti foto copy, percetakan dan VCD movie maker ketika harus melayani suatu peluang pasar tertentu.

Sonson ingin mengembangkan layanan yang sifatnya B to B, baik itu bagi para pengusaha yang menjadi klien tetap melalui keanggotaan maupun yang sekadar menghendaki pelayanan berdasarkan kasus per kasus. Fasilitas yang disediakan meliputi layanan internet dan komputer, layanan multi media, expo and presentation equipment services, herbal corner services, juga layanan konsultansi dan training berkenaan dengan kemasan produk, pemasaran, promosi dan distribusi. Jenis layanan terakhir ini diberikan pada jam dan hari tertentu sesuai kesepakatan/ kontrak order dengan tarif per jam bicara (talking hour basis).
”Ada pula layanan entrepreneurship training bagi kelompok minimal 15 orang per angkatan dalam berbagai bidang di antaranya usaha pupuk organik/ kompos, usaha jasa kebersihan/ pengelolaan sampah kota, internet marketing (adwords, blog marketing, template upload), serta pelatihan usaha komoditas agribisnis (buah, sayuran, tanaman obat dan tanaman hias), baik melalui trainning dengan system kelas, trip atau wisata, serta media pertemuan lainnya,” imbuhnya.

Saat ini MarkNet mempunyai tiga buah outlet. Salah satunya menempati lantai 1 gedung Graha Kadin Kota Bandung. Maka tak heran, para pelanggannya kebanyakan pengusaha yang tergabung di asosiasi perusahaan dan anggota Kadin. Jaringan MarkNet lainnya juga berasal dari para usahawan mikro yang tergabung dalam UPPKS (Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga).
“Investasi pertama kali mencapai angka diatas Rp 1 miliar. Namun selanjutnya, di dalam pengembangan gerai atau outlet, karena database, server dan sistem manajemen sudah cukup tersedia, investasi berikutnya menjadi lebih kecil, berkisar Rp 200 juta/gerai,” ungkap Sonson, direktur sekaligus pemilik beberapa perusahaan lain, seperti CV. Sinar Kencana, CV. Agriprima Sembada dan Braga Niaga Entreprises ini.
Sonson berniat bekerjasama membidik usahawan warnet. Nilai franchise yang ditawarkan senilai Rp 200 juta, tanpa royalty fee. “Usaha warnet akan menjadi embrio bagus menjadi MarkNet,” ujarnya.

Perlu diketahui, sebagian pendapatan MarkNet adalah perolehan margin sebagai outlet pemasaran dari berbagai produk KencanaArticles, khususnya penjualan online dan hasil pendampingan UKMK. Omset rata-rata dari masing-masing gerai Rp 60 juta/bulan. “Jadi MarkNet bukan sekadar warnet, tetapi juga outlet pemasaran produk UKMK dengan dukungan internet sebagai infrastruktur (backbone) dalam layanan komunikasi product knowledge, data stock, komunikasi dengan pelanggan dan lainnya,” tegasnya.

TOKO SERBA 5000 K5

Meski ada konsep harga yang agak mirip, namun harga kelipatan Rp 5.000 merupakan yang pertama di Indonesia. Franchise-nya layak dicoba

Image Bisnis ritel selalu menarik sebab menjanjikan perputaran modal cukup cepat sehingga diharapkan modal investasi pada akhirnya kembali dalam waktu tidak begitu lama. Selain itu orang kerap beranggapan usaha ini tidak membutuhkan operasional yang terlalu rumit. Banyak yang menjadikannya sebagai pilihan usaha yang paling tepat dengan kedua alasan di atas.

Apabila di antara pembaca pun tengah berancang-ancang terjun di bidang ini, ada baiknya terlebih dahulu membuat persiapan bisnis memadai. Maklum, sejatinya tingginya tingkat persaingan usaha menyebabkan bisnis ritel tidak sesederhana kelihatannya. Fakta usaha eceran bukan hanya monopoli para pemodal kecil, melainkan melibatkan hingga jaringan perusahaan-perusahaan kelas kakap semisal Matahari, Hypermart, Carefour, dan lain sebagainya memberi bukti bahwa pangsa pasar ini tidak main-main. Maka biasanya berlaku hukum seleksi pasar, usaha yang mampu eksis dan berkembang adalah karena memiliki nilai lebih ketimbang kompetitornya, baik dari segi pelayanan, produk, maupun konsep usahanya.

Atau, jika modal sudah tersedia namun tidak ingin pusing-pusing membangun ritel dari nol, cara yang dapat ditempuh salah satunya dengan menjadi franchisee bisnis ritel yang sudah ada. Seperti dikatakan Edi Suhelda, Manajer Operasional Toko K5, melalui waralaba jauh lebih mudah serta kemungkinan resiko kecil, karena sistem dan barang sudah lancar. “SOP, distribusi, SDM, sudah siap semua, pokoknya tinggal kasih duit saja,” ujar pria yang baru-baru ini tengah giat mengembangkan jaringan Toko K5.

K5 (baca: kei faiv) merupakan toko ritel dengan memakai konsep harga kelipatan Rp 5 ribu pada setiap barang yang dijual. Jadi item produk di dalamnya mulai dari barang yang berharga Rp 5.000dan kelipatannya, Rp 10.000, Rp 15.000 dan seterusnya. Karena jenis barangnya beragam, tentu saja harganya tidak bisa selalu tepat Rp 5 ribu atau kelipatannya. Tidak perlu risau, jika ada barang seharga Rp 7,5 ribu, misalnya, maka akan dibundel terdiri atas dua pcs barang sehingga menjadi Rp 15 ribu. Demikian pula dengan yang lain, ada dua pcs barang Rp 5.000, tiga pcs Rp 10.000, dan sebagainya. Itu pun tidak harus barang-barang satu jenis yang dijadikan satu.

Sebab, kalau diamati, produk-produk yang dijual sengaja dipilih item menarik yang tengah tren, atau sedang dan akan laris di pasaran. Malah dijelaskan, untuk produk yang umum banyak digunakan, di tempat itu djual dengan harga lebih murah dibandingkan di tempat lain. Produk-produk seperti itu juga acap dijadikan sebagai produk unggulan dengan harga khusus pada periode tertentu, seperti promosi bulanan, triwulanan, enam bulanan (masa liburan sekolah), maupun produk akhir tahun.

Jaringan toko tersebut mulai dikembangkan sekitar tahun 2003. Tetapi PT. Edison Retail Indonesia itu sendiri sudah beroperasi sekitar 15 tahunan bergerak dibidang ritel, khususnya dalam bentuk FO (factory outlet) produk pakaian, importir juga sekaligus distributor produk-produk melamin dari Cina, dan termasuk yang mempopulerkan boneka dora maupun spongebob di Indonesia.

Image Pada awalnya sudah ada sekitar 15 buah cabang, dan semenjak mulai ditawarkan menjadi franchise kini jaringan toko K5 sudah bertambah menjadi total 36 cabang. Lokasi tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah dan Bali. “Pada intinya akan kami kembangkan ke seluruh Indonesia, tetapi step by step, jadi diutamakan untuk wilayah yang masih terjangkau, khususnya agar pengiriman cepat sampai,” ujar Edi yang hingga pada akhir tahun 2008 mempunyai target pertambahan sebanyak 15-20 toko lagi, meliputi Jawa, Bali, serta mulai masuk ke Sumatera.

Mengingat tingkat daya beli masyarakat sebagian besar menengah ke bawah, ayah empat putra itu yakin, toko dengan konsep seperti K5 akan bisa berkembang lebih cepat. Apalagi, disebutkan, produk yang dijual terutama produk-produk yang benar-benar dibutuhkan dan dicari pembeli. Yakni mulai dari toys, stationary, alat-alat rumah tangga, aksesoris wanita, anak-anak dan remaja, aksesoris kendaraan, serta tool kit (alat-alat tukang). Maka, meskipun mengaku tidak memegang data omset penjualan secara pasti, dengan harga-harga barang yang dijamin masih bersaing dengan jenis barang lain di pasaran, dia optimis usaha tersebut memiliki potensi berkembang cukup besar.

Sebab, ia beralasan, sering terjadi, konsumen merasa enggan masuk ke sebuah toko karena merasa harganya mahal. Dengan memakai konsep harga kelipatan Rp 5.000 akan memberikan kesan awal, konsumen tersebut mampu membeli produk di outlet K5. “Padahal tidak jarang akhirnya mereka tidak enggan membeli barang seharga Rp 50.000 atau lebih karena melihat keunikan suatu produk yang jarang dijumpai di toko lain,” imbuh Edi.

Diakui, hampir 80% dari jenis barang yang terpajang merupakan produk impor. Sementara itu nilai penjualan masing-masing cabang sangat bervariatif, salah satunya karena dipengaruhi lokasi serta luas toko yang berarti disesuaikan pula dengan macam dan jumlah dagangannya. Sebagai gambaran, outlet K5 seluas 40 m2 dengan nilai investasi awal sebesar Rp 175 juta, rata-rata memiliki omset penjualan berkisar Rp 45 juta-Rp 100 juta plus profit margin 25%. Dalam kondisi normal, Edi memberikan jaminan modal kembali (ROI) diperoleh dalam waktu kurang dari 1,5 tahun.

Walau terdapat sekian banyak toko-toko yang memakai sistem satu harga atau dua harga, namun Edi menampik anggapan akan adanya persamaan konsep. Justru, dia katakan, K5 jauh hari sudah menghindari konsep satu atau dua harga karena menurutnya memiliki kelemahan, pada akhirnya akan tertinggal oleh barang-barang berkualitas demi mengejar harga jual yang terbatas. Sebaliknya dengan menyediakan barang seharga Rp 5 ribu hingga tak terbatas, bisa terus melakukan update karena produk berkualitas otomatis harganya pun tinggi pula. “Konsep kelipatan lima ribu merupakan konsep baru, di Indonesia,” tukasnya. “Kompetitor kita saat ini belum ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut, melihat besarnya animo masyarakat terhadap tren bisnis ke arah franchise pada akhir-akhir ini pihaknya menawarkan dua model peluang, business opportunity serta franchise murni tetapi memiliki kelebihan dibandingkan tawaran franchise lain karena no franchise fee (pewaralaba tidak usah membayarkan franchise fee). Untuk model yang pertama, investor cukup membayar sejumlah nilai barang, biaya interior, eksterior, promosi, papan nama. Besarnya pun tidak ditentukan sama alias luwes, tergantung lokasi dan luas toko, masing-masing tidak sama. Contohnya, untuk lokasi berukuran 20 m2, investasinya paling sedikit Rp 60 juta.

Jadi intinya, investor cukup menyediakan lokasi dengan finansial sesuai kebutuhan luas area toko, dan selanjutnya akan menerima sistem bagi hasil sebesar 10% dari omset penjualan dengan tanpa menangani operasional toko sama sekali. “Umpama omsetnya Rp 100 juta, ia langsung akan mendapatkan Rp 10 juta, sedangkan semua biaya operasional, gaji karyawan, listrik, dan sebagainya kita yang tanggung,” tegas pria kelahiran Palembang itu.

Untuk pilihan investasi kedua, yakni bagi para investor yang mengelola langsung usahanya dengan ketentuan perolehan margin minimal 25%, serta support mulai dari SOP, sistem manajemen, hingga training bagi karyawan yang hendak ditempatkan. “Investasi no risk, misalkan investor berinvestasi Rp 100 juta maka uang tersebut utuh. Pada akhir masa perjanjian, atau setelah lima tahun dikembalikan 100%. Jadi uangnya tetap utuh, dan setiap bulan mendapatkan bagi hasil omset 10%. Misalkan mau dikelola sendiri bagi hasilnya 25%,” Edi meyakinkan. Anda berminat?

Analisa Bisnis Franchise K5:
Perkiraan Investasi Awal (untuk toko seluas +/- 40m2):

- Biaya Barang:

Barang dagangan: Rp 60.000.000,00

Jaminan belanja: 20.000.000,00

T o t a l belanja: Rp 80.000.000,00

- Biaya promosi dan praoperasional: 15.000.000,00

- Biaya renovasi tempat dan peralatan: 80.000.000,00*

Perkiraan jumlah investasi awal: Rp 175.000.000,00

Illustrasi Perhitungan Modal Kembali (Pay Back Period):

Investasi awal : Rp. 175.000.000

Penjualan (per tahun) : Rp. 540.000.000

Keuntungan kotor
(Rata2 25%) : Rp. 135. 000.000

- Biaya gaji Rp. 30.000.000

- Biaya listrik/air Rp. 12.000.000

- Biaya stationery Rp. 4.000.000

T o t a l Rp. 46.000.000

Keuntungan bersih Rp. 89.000.000

Modal kembali dalam: Rp. 175/Rp. 89 = 1.9 tahun

Catatan:

*Nilai investasi renovasi tempat dan peralatan tergantung lokasi.
Banting-bantingan harga membuat pengusaha berdarah-darah selayaknya merenangi lautan merah (red ocean). TX Travel tak ingin terjebak dan muncullah ide mewaralabakannya.

Gontok-gontokan diskon atau bahasa halusnya perang harga merupakan sesuatu yang lumrah dalam dunia bisnis. Tujuannya, tentu saja untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat. Tapi, menurut kacamata Anthonius Thedy, hal itu jauh panggang dari api. Bukan kemenangan yang didapat, melainkan justru kehancuran. Satu persatu, para pemainnya, di bisnis apa pun, akan rontok. Untuk menghindarkan bisnis agen perjalanannya dari kondisi seperti itu, Managing Director TX Travel ini mencoba mencari bentuk yang pas. Dan, itu ternyata waralaba.

“Saya berpikir, biarlah TX Travel menjadi lokomotif dalam dunia bisnis travel di Indonesia, dengan membuat perbedaan, tidak memberikan diskon tetapi memberi harga yang paling murah,” katanya. Sekadar informasi, TX Travel bergerak di bidang travel agent, dibangun pada 2004, dan merupakan salah satu divisi Jakarta Express. Jakarta Express yang berdiri pada 1991 merupakan travel grosir pertama di Indonesia, juga memiliki divisi perwakilan penerbangan dari Singapura (Value Air), perwakilan kapal pesiar (Star Cruise), dan menjual kamar hotel di luar negeri.

Strategi franchise yang dijalankan bersamaan dengan berdirinya TX Travel tersebut, Anthonius menambahkan, berkaitan dengan fungsi awal perusahaan ini yaitu sebagai grosir. “Saya tidak tertarik dengan bisnis eceran. Tapi, dalam perjalanannya, bisnis saya terancam. Lantas, saya membuat model yang saya sebut lokomotif itu tadi. TX Travel tidak memberikan diskon, tapi memberikan pelayanan terbaik dan harga termurah. Menurut saya, ini akan menjadi model bisnis travel di masa depan,” ujarnya. Sekadar informasi, dalam dunia bisnis terdapat dua strategi untuk meraih pasar yaitu memberi diskon atau memberi harga murah.

Di sisi lain, ia melanjutkan, bila semula penghasilan travel agent diperoleh dari komisi yang diberikan oleh berbagai maskapai penerbangan, dalam waktu dekat ini, mereka tidak akan memberikan komisi itu lagi. “Dengan demikian, pemasukan kami berkurang. Untuk mengantisipasi kondisi ini pula, kami menawarkan waralaba,” jelas pria, yang membangun bisnis ini dengan sang istri, Rita Sartika Halim.

Kepada mereka yang berminat menjadi franchisee, Anthonius meminta mereka menyiapkan biaya investasi sebesar Rp400 juta, yang digunakan untuk membiayai franchise fee sebesar Rp110 juta dan berlaku seumur hidup, sewa tempat, dan stok tiket. Selain itu, juga dibebankan royalty fee sebesar 20%, untuk gross profit di atas Rp10 juta/bulan. Contoh, jika gross profit Rp11 juta, maka Rp11 juta – Rp10 juta = Rp1 juta x 20% = Rp200 ribu.

Untuk tempat, franchisor mensyaratkan harus seluas 30 m² (bila di dalam mal, boleh lebih lebih kecil daripada itu, red.). Lokasinya harus lolos dari seleksi ketat yang dilakukan franchisor. “Lokasinya harus bagus dan nilai sewanya tidak boleh lebih dari Rp40 juta. Pertimbangannya, untung rugi. Menurut saya, kalau untung rugi tidak dijadikan patokan, itu bukan bisnis. Bisnis itu harus untung, nggak ada istilahnya rugi,” tegasnya.

Sedangkan untuk franchisee, harus memenuhi empat persayaratan yaitu harus owner operator (dijalankan sendiri oleh franchisee), harus mempunyai jiwa melayani karena ini adalah bisnis jasa, dijalankan dengan jujur dan terbuka, serta tidak boleh selingkuh, plus sebisa mungkin tidak memiliki latar belakang bisnis travel. “ Sebab, biasanya mereka telah mempunyai patokan sendiri, sehingga akan sulit untuk memberi arahan-arahan,” jelasnya.

Bila bisnis dijalankan dengan jujur, Anthonius melanjutkan, maka perselingkuhan tidak akan pernah terjadi. “Jika perselingkuhan terjadi, baik dalam bisnis maupun secara pribadi, maka franchise fee akan saya kembalikan, 100%!” tegasnya. Franchise fee juga akan dikembalikan, jika dalam waktu enam bulan berturut-turut, franchisee tidak mampu membukukan omset sebesar Rp10 juta/bulan. “Saya anggap mereka telah gagal,” imbuh Anthonius, yang mengistilahkannya Break Even Point Operational.

TX TravelDi sisi lain, franchisee boleh mengalihkan franchise fee ke pihak lain, dengan syarat franchisee yang menerima pengalihan telah lolos seleksi dari franchisor. “Bila tidak lolos, maka saya akan mengambil alih dan saya kembalikan franchise fee-nya,” katanya. Franchisee yang merasa tidak mampu lagi mengelola franchise ini, juga boleh mengembalikannya kepada franchisor dan franchisor akan mengembalikan franchise fee, utuh.

Keuntungan lain menjadi franchisee yaitu franchisee akan menjadi salah satu mitra bisnis, bukan cuma di bisnis travel melainkan juga di bisnis perjalanan di masa depan. “Sebab, di samping menjual tiket, hotel, paket tur, dan kapal pesiar, di tahun ini juga kami akan menambah produk baru yaitu kurir (city courier) dan transportasi antarkota (semacam Cipaganti, red.). Bahkan, di bulan ini pula, kami membangun call center di 25 kota, yang beroperasi 25 jam!” ujarnya. Sekadar informasi, transportasi antarkota ini akan merambah kota-kota kedua seperti Sukabumi, Cilegon, Bontang, Balikpapan, dan sebagainya, yang selama ini sulit dijangkau oleh travel pada umumnya, padahal peluangnya sangat besar.

Sedangkan sebagai franchisor, Anthonius sejauh ini belum pernah melihat adanya travel berlevel nasional, mengingat banyaknya kesulitan dan kendala. Di samping itu, mereka yang menjadi pemain besar di Jakarta, ternyata loyo di daerah. Demikian pula mereka yang perkasa di daerah, ternyata tidak bergigi di Jakarta. “Nah, melalui sistem waralaba tersebut, saya mengombinasikan kondisi tersebut di TX Travel. Saat ini, secara resmi kami memiliki 95 cabang yang tersebar di 25 kota, 40 cabang di antaranya tersebar di seantero Jakarta. Dengan cabang sebanyak itu, kami bukan cuma menjadi yang terbesar di Indonesia, melainkan juga di Asia,” ujarnya, tanpa bermaksud sombong. Sekadar informasi, sejauh ini di Asia belum ada bisnis travel yang memiliki lebih dari 50 cabang, baik milik sendiri maupun melalui sistem franchise. Ibarat burung elang, TX Travel pun menancapkan kuku-kuku tajamnya terlebih dulu, sebelum mengepakkan sayap-sayap kuatnya untuk menjelajahi langit nusantara.

Syarat Menjadi Franchisee TX Travel

- Investasi sebesar Rp400 juta untuk membiayai franchise fee (Rp110 juta) yang berlaku seumur
hidup, sewa tempat, dan stok tiket.
- Royalty fee 20% dari gross profit lebih dari Rp10 juta/bulan.
- Luas tempat 30 m², lokasinya bagus, dan nilai sewa tak lebih dari Rp40 juta.
- Memenuhi seleksi sebagai franchisee, salah satunya owner operator.

BUKA BENGKEL RESMI HONDA


Motor menjadi pilihan kendaraan para karyawan komuter. Kebutuhan mekanik pun meningkat pesat. Terkait motor, HMTC memberikan peluang bagi Anda, jadi mekanik handal atau franchisee-nya.

Hari itu menjelang sore, namun masih tampak puluhan kendaraan roda dua nangkring di atas bike lift yang berjajar dalam satu ruangan sedang dihadapi siswa-siswa kursus, masing-masing satu motor satu satu peserta pelatihan. Mereka semua kelihatan tekun mengutak-atik mesin di bawah arahan instruktur. Lagi-lagi, tiap-tiap siswa diawasi oleh satu guru. Di Indonesia, Hartomo Mechanical Trainning Centre (HMTC) dikenal sebagai lembaga pelatihan mekanik sepeda motor pertama kali yang memakai sistem 1 siswa 1 motor 1 guru.

Hartomo Koes Alam Syahrir pertama kali membangun bisnis pelatihan tersebut pada tahun 1999 di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Selanjutnya HMTC makin berkembang, dan sampai sekarang seluruhnya terdapat 13 lokasi cabang di seluruh Indonesia, yakni di Jakarta, Depok, Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Pekan Baru, Padang, Bali, dan terakhir di Papua. Kini, HMTC cabang Depok sekaligus juga sebagai kantor pusatnya.

Hingga akhir 2007 tercatat, dari seluruh cabang sebanyak 12.128 ribu peserta sudah diluluskan. Bahkan, selain beberapa catatan prestasi lainnya, sejak 2005 HMTC masuk dalam rekor MURI sebagai kursus mekanik sepeda motor dengan sarana praktek terbanyak, 200 unit, dan kini menjadi 265 sepeda motor.

Ada beragam paket program pelatihan, mulai dari paket dasar 8 sepeda motor, sampai dengan semua jenis motor. Konon, berkat masuknya Andhika Bintang Budaya, atau di dunia otomotif dikenal sebagai mekanik profesional dengan sebutan Gandos menjadi kepala instruktur, selain kelas modifikasi standar dibuka pula paket modifikasi plus atau mekanik balap, tidak di semua cabang melainkan khusus bertempat di Depok.

Menjadi seperti sekarang, menurut Nengah Suparta, General Manager HMTC, sejatinya itu tidak lepas dari berbagai upaya pendekatan yang dilakukan perusahaannya. Strategi tersebut ditempuh, baik lewat promosi rutin setiap minggu, layanan via website, layanan konsultasi gratis kepada masyarakat umum secara hotline, bekerja sama dengan media televisi pada acara siaran otomotif, hingga pengadaan program-program peduli sosial.

“HMTC memiliki annual program, dua kali dalam setahun mengadakan roadshow nasional.diikuti para alumni, siswa, dan member bengkel kami. Setiap kegiatan kita lakukan dengan bekerja sama, misalnya dengan main distributor produk-produk otomotif, seperti oli dan sparepart. Sedangkan kami memberikan HMTC motivation, manajemen bengkel, lalu dari sisi teknologi kita berikan tips-tips teknologi tercanggih dari Gandos langsung.Kami juga punya program peduli sosial bekerja sama dengan BUMN, salah satunya Bank Export Indonesia, PT. Taspen dan yayasan lainnya dalam program PKBL (Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan), umpamanya bagi korban bencana serta masyarakat kurang mampu. Mereka mendapat training di tempat kami melalui program subsidi, dan setelah lulus kita angkat jadi instruktur atau mekanik di bengkel resmi HMTC,” paparnya.

Mantan vice president IASCA Indonesia sebelum akhirnya bergabung dengan HMTC itu menuturkan, keistimewaan program training HMTC terletak pada materi pelatihan, perbandingan antara teori dan praktek adalah 10:90. Lalu, peserta yang mendaftar pun mendapatkan jaminan, dapat ikut kursus sampai menguasai materi. Jadi tanpa batasan lamanya waktu pembelajaran.

“Paket standar, umpamanya, kemampuan orang khan berbeda-beda. Ada yang bisa selesai dalam 4 bulan, 8 bulan, atau yang agak malas-malasan sampai setahun, bahkan 2 tahun. Kita tetap akan layani. Karena yang kita jual sistem paket, dan kami tentunya juga jaga image,” tukas Nengah. “Selain itu kami tidak hanya mendidik dari segi skill saja, tetapi juga segi mentalitasnya. Agar pada saat terjun di dunia kerja, mereka menjadi mekanik yang memiliki disiplin, tidak nakal. Dan sebelumnya, yang paling utama kepada calon peserta pelatihan kita pesankan agar mereka mau mengembangkan motivasi dan keinginan belajar terlebih dulu,” lanjutnya pula.

artomo Mechanical Trainning Centre (HMTC)Sebab, seperti dikatakan kelahiran Bali 1962 itu, perkembangan industri otomotif selaras pula dengan prospektif lapangan tenaga kerja teknisi kendaraan. Akibat kenaikan harga BBM, ditambah kemacetan lalu lintas yang makin parah, menjadikan motor sebagai pilihan moda transporatsi paling praktis. Maka seiring dengan laju populasinya yang terus meningkat, artinya kebutuhan akan servis atau bengkel motor juga bertambah. “Konsep opportunity itu yang bisa kami berikan kepada calon peserta kursus, dengan catatan mereka harus punya motivasi. Setiap bengkel pasti butuh mekanik,” timpalnya.

Lebih lanjut dijelaskan pula, setelah sejak 1999 hanya fokus pada jasa pelatihan mekanik sepeda motor, mulai 2006 pemilik HMTC mengembangkannya beberapa divisi usaha. Rencananya, total akan terdapat 4 divisi, HMTC Training Course, HMTC Membership Workshop, HMTC Event Organizer, dan HMTC Sparepart. Sementara ini dua program pertama sudah berjalan.

“Dalam perkembangan berikutnya kami juga buka beberapa divisi, di antaranya divisi HMTC Membership Workshop (bengkel) yang franchisenya kita jual,” ujar Nengah. Dengan demikian, seperti dikatakan, sebagai lembaga kursus tidak hanya mampu meluluskan siswa-siswa calon mekanik, HMTC ingin membuka kesempatan bagi investor yang hendak membuka bengkel sepeda motor. Sampai sekarang sudah ada 34 gerai, tersebar baik di kota-kota besar di Jawa maupun luar Jawa, yaitu Binjai, Palembang, Batam, Pontianak, Makasar, serta Sorong. Bengkel resmi HMTC itu fanchise fee sebesar USD6.000 dengan rincian USD3.000 untuk kontrak waralaba 2 tahun, dan sisanya biaya pengadaan tools, tanpa dipungut royalty fee.

“Support awal teknisi dan software manajemen bengkel. Sebelum menjadi member kita survei lokasinya, luas yakni minimum 56 m2. Kelebihan kami dibanding AHASS, misalnya, bengkel HMTC bersifat independen dan bisa untuk semua jenis sepeda motor. Selain itu tidak hanya menyediakan jasa servis standar, tune up terot pun bisa, karena kami memiliki pelatihan mesin balap,” Nengah menguraikan. “Setelah acc (sepakat), kita buatkan layout, MOU, lalu kita promosikan di Motorplus tiap minggu. Setelah grand opening kita promosikan di website. Support tambahan kita berikan pada saat sudah terjun di lapangan. Kita tidak mencari untung di sparepart karena kita link-kan langsung ke distributor, tetapi hanya perlu tahu price yang diberikan sebagai kontroler,” tambah bapak tiga putra itu. Ada yang tertarik?

Analisa Bisnis Franchise HMTC Workshop:

(Asumsi pada tahun pertama melayani servis standar 5 motor/hari, turun mesin 12 motor/bulan, kecelakaan 6 motor/bulan, mogok di jalan 36 kasus/bulan, dan nilai kurs USD1,00 = Rp9.250,00)

Investasi Awal:
1. Biaya pendaftaran (franchise fee 2 tahun) Rp. 55.500.000.-
2. Belanja suku cadang dan aksesoris Rp. 85.000.000,-
3. Sewa ruang 1 tahun Rp. 10.000.000,-
4. Biaya renovasi Rp. 5.000.000,- +
Total Investasi Awal 250.000,- +
Total Pengeluaran Per Bulan Rp. 3.050.000,-

Pengeluaran Per Bulan:
Biaya gaji (4 orang @ Rp700.000,00) Rp. 2.800.000,-
Biaya listrik dan lain-lain Rp. 250.000,- Rp.
Total Pengeluaran Per Bulan Rp. 3.050.000,-

Keuntungan Per Bulan Rp. 10.010.000,- Rp3.050.000,- = Rp6.960.000,-
BEP tercapai Rp 155.500.000,- : Rp6.960.000,-/bulan = 22,3 bulan

Siapa tak kenal kelezatan makanan khas Makassar, sop konro. Namun Sop Konro Daeng Basso membuat beberapa menu varian, sehingga lidah konsumen semakin dimanjakan. Wiyono

Bisnis boga jenis makanan tradisional sekalipun, senantiasa memiliki prospek bagus asal pandai-pandai mengemasnya. Tri Biantina dan suaminya bukanlah orang pertama yang memperkenalkan resto sop konro, menu masakan khas daerah Sulawesi Selatan. Akan tetapi Sop Konro Daeng Basso (SKDB), restoran konro (tulang iga sapi) miliknya boleh dibilang di antara yang sukses menarik pembeli yang terdiri dari berbagai kalangan usia dan latar belakang kultur, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

Dua tahun setelah buka, kini usaha restoran mereka sudah berkembang sebanyak empat cabang. Bahkan tahun ini direncanakan bakal menambah tiga buah gerai lagi. “Pertama kali buka bulan Desember 2005 di mall Cempaka Mas, empat bulan kemudian mulai buka di Hero Pondok Bambu. Pada awal 2007 kita buka di rest area tol Cikampek, dan 2008 buka di mall Kelapa Gading. Direncanakan Mei 2008 kita mulai buka cabang di Bintaro Plaza, lalu di mall Cikampek,” tutur Edy Suhelda selaku manajer operasional sekaligus sebagai marketing franchise sejak 2008 ini.

Menurut Edy investasi yang dikeluarkan untuk setiap gerai SKDB minimal Rp 300 juta. Biaya paling tinggi adalah pengadaan lokasi serta renovasi kurang lebih Rp 200 juta, selebihnya peralatan sekitar Rp 100 juta, dan biaya-biaya operasional Rp 15 juta-Rp 20 juta. Namun pengeluaran sebesar itu lekas tertutupi sebab tingginya animo pembeli. Setiap hari jumlah pelanggan rata-rata 150-200 orang atau mampu mencapai omset Rp 7 juta/hari.

Salah satu kunci sehingga digemari masyarakat terletak pada kreasi menu, dari bahan dasar konro dapat disajikan aneka variasi menu masakan. “Semula hanya ada satu jenis, sop konro, kemudian dimodifikasi sehingga terdapat sekitar 10 jenis menu lain. Misalnya konro buntut, konro baso, konro pecel, konro goreng, konro steak, dan seterusnya,” ungkap Edy

“Kita bikin bisnis restoran kalau tidak inovatif tidak punya kelebihan. SKDB bisa dinikmati semua kalangan, dalam arti, kalau pelanggan datang membawa keluarga, umpama bapak minta sop konro, anaknya bisa pilih baso konro, sedangkan buat si ibu tersedia pecel konro. Konro steak juga ada, jadi lengkap untuk semua anggota keluarga,” imbuhnya.

Karena kelebihan yang dimiliki itu, Edy optimistis terus melakukan penambahan jumlah gerai, terutama wilayah Jabodetabek. Bahkan pertengahan tahun 2008 mulai ditawarkan kerja sama waralaba. Sebab menurutnya, apabila kompetitor masih bermain pada menu sop konro yang tradisional, SKDB sudah melangkah lebih dulu dengan menu-menu modifikasi. Jika awalnya sop konro hanya dikenal etnis tertentu yang terbatas jumlahnya, dengan adanya kreasi sekarang sudah bisa dinikmati oleh semua lidah layaknya warung masakan Padang saja. Konon malah tidak sedikit di antara pelanggan adalah orang-orang bule.

Sejatinya, seperti dikatakan, terdapat dua opsi kerja sama, yakni kerja sama sistem bagi hasil dan sistem franchise. Bila pemilik modal menghendaki bagi hasil, maka cukup menyediakan tempat, meja kursi, renovasi dapur dan peralatan masak. Selebihnya, baik karyawan maupun operasionalnya menjadi tanggung jawab Edy. Pemilik tempat berikut peralatan akan mendapatkan pembagian 15% dari total pendapatan kotor. Untuk waralaba, karena masih taraf penjajagan maka untuk sementara waktu menerapkan sistem franchise tanpa royalty fee. Pembagian keuntungan tentu saja lebih besar, bahkan negotiable. “Kita akan lihat lokasinya juga. Ini terus terang baru kita persiapkan, tetapi pertengahan 2008 mudah-mudahan sudah kita kembangkan menjadi franchise,” tukas kelahiran Palembang 1969 itu.

“Dengan kita upayakan franchise maka sebetulnya kita ingin mengangkat makanan tradisional menjadi nasional, bahkan go international, dari tradisional ke moderen. Makanya dibuat variasi menu. Dengan kata lain, menu-menu yang kita kreasikan sendiri itu untuk menaikkan image menjadi makanan nasional yang bisa dinikmati semua orang,” ujar Edy yakin.

Sop Konro Daeng BassoSelain itu, beberapa langkah pengembangan lain yang ditempuh di antaranya, disamping menu konro, juga disediakan bermacam-macam minuman dan makanan penunjang yang unik dan menarik, seperti es pisang ijo atau pun coto makasar yang sudah amat populer. Agar tampilan tampak menarik, setiap gerai dibuat display seragam berupa gambar-gambar menu berukuran besar di dinding yang didominasi warna merah, kuning dan biru. Sementara itu untuk memudahkan operasionalnya, sejak awal sudah dibuat dapur khusus pengolahan bahan-bahan baku menjadi bahan setengah jadi berlokasi di daerah Cibubur.

Dan untuk menjaring semua kalangan masyarakat, disebutkan Edy, harga masing-masing porsi cukup terjangkau, antara Rp 14 ribu-Rp 32 ribu. Malah disediakan menu paket hemat, khususnya bagi pembeli yang datang berombongan atau keluarga. Umpamanya, untuk satu keluarga dengan empat atau lima orang bisa memilih menu paket Rp 65 ribu, sedangkan untuk enam sampai tujuh orang disediakan paket hemat Rp 99 ribu, disebut Konro Fiesta. Jadi selain sop konro special, satu paket lengkap terdiri dari bakso konro, pecel konro, atau pun sop buntut konro.

Ilustrasi Usaha Franchise Sop Konro Daeng Basso :
Modal Awal Usaha:
- Sewa tempat dan renovasi Rp. 200.000.000,-
- Biaya operasional dan bahan Rp. 20.000.000,-
- Perlengkapan restoran dan masak Rp. 100.000.000,- +
Total Investasi awal Rp. 320.000.000,-

Penjualan Rata-Rata/Bulan: Rp 210.000.000,00
(Profit Margin 30%)
Pendapatan Kotor Bulanan: Rp 63.00.000,00

Kesimpulan:
BEP sudah tercapai dalam waktu 6 bulan pertama/ setengah tahun.
Strategi jitu mutlak diperlukan guna memenangkan persaingan. Tak terkecuali pada bisnis pendidikan. Seperti yang dilakukan Sinotif dengan memberikan bimbingan khusus untuk bidang eksakta serta penerapan metode pengajaran dengan sistem semi private. Wiyono

Bisnis pendidikan, semisal lembaga bimbingan belajar (bimbel), kini telah menjamur ke berbagai pelosok. Sinotif, contohnya, merupakan salah satu pemain di bisnis pendidikan yang memilih berkonsentrasi menggarap pasar di wilayah Jabodetabek. Kendati lembaga semacam ini banyak bermunculan, dengan keistimewaan yang dimiliki, Sinotif optimis bakal menjadi pemain yang diperhitungkan.

Menurut Hindra Gunawan, President Director PT Sinotif International, Sinotif memiliki keistimewaan karena bimbel yang pertama kali memperkenalkan sistem belajar semi privat yakni dengan perbandingan satu guru mengajar sekitar 5 anak. Berbeda dengan lembaga lain yang biasanya menetapkan standar satu guru untuk 20 siswa. Dengan sistem kelas kecil tentu saja anak mendapatkan suasana belajar yang lebih kondusif.

Keistimewaan lain, bimbingan yang diberikan pun khusus bidang eksakta, yaitu bidang studi matematika, fisika dan kimia saja. Uniknya, selama ini siswa-siswi yang menjadi peserta, baik dari jenjang sekolah SD, SMP sampai SMU merupakan siswa sekolah-sekolah swasta unggulan nasional serta sekolah international. Dan tidak satu pun murid yang berasal dari sekolah negeri.

Seperti dijelaskan Hindra, perbedaan Sinotif dengan bimbingan belajar yang lain adalah pada perancangan materi dan metode pelayanan siswanya. Dengan metode pelayanan semi privat, dipastikan setiap siswa bisa dibantu dan mendapatkan apa yang dibutuhkan. Terlebih lagi siswa bebas memilih jadwal belajar sesuai dengan kesibukan mereka masing-masing atau waktu senggang orang tua yang akan mengantarkan. Siswa juga belajar tiga mata pelajaran sekaligus dalam satu kali pertemuan. “Di saat bimbingan belajar pada umumnya main ‘pukul rata’ terhadap semua siswa, di Sinotif kami kami melayani setiap siswa secara personal, sesuai kebutuhan masing-masing siswa,” ujar Hindra yang memilih membidik kalangan menengah keatas.

Sinotif dirintis oleh dua orang, Hindra bersama rekannya, Anthonyus Kuswanto. Keduanya lulus dari jurusan Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma,Yogyakarta, tahun 1993. Kebetulan Hindra adalah wisudawan terbaik dan senang mengajar sejak masih SMP. Ia juga menjadi pakar hipnotrapy dan hypno parenting yang juga sering menjadi pembicara seminar. Sementara Anthonyus Kuswanto, atau yang kerap disapa Anton, dipercaya untuk menempati posisi Franchise Director, setelah Sinotif mulai mengembangkan kerja sama waralaba.

Meskipun baru diresmikannya sejak 1998, sejatinya rintisan usahanya sudah dilakukan jauh sebelumnya. Namun ketika itu baik Hindra maupun Anton berjalan sendiri-sendiri. Dan sebagaimana anggapan orang, bisnis pendidikan adalah bisnis yang tahan terhadap krisis. Terbukti, meskipun terjadi krisis moneter bisnis yang dijalankan berdua tersebut justru bisa tumbuh dan berkembang hingga menjadi 7 cabang. Dan rata-rata, setiap cabang terdapat sekitar 200 siswa. Kemudian selama dua tahun-turut, yakni 2006 dan 2007, Sinotif meraih dua penghargan Best Profit dan Best Have dari Action Coach.

Padahal sesuai segmen pasar yang disasar, biaya kursus yang dipatok Sinotif relatif lebih tinggi dibanding bimbel biasa. Meski begitu besarnya biaya bimbingan tersebut diimbangi dengan kualitas layanan. Keduanya berani menjamin, siswa lulusan mereka pasti bisa memperoleh nilai minimal 8 pada ujian akhir nasional (UAN).

“Biaya kursus kita bagi dua, untuk siswa sekolah swasta nasional dan internasional. Untuk sekolah nasional plus; SD biayanya Rp500 ribu/bulan, SMP Rp625 ribu/bulan, dan SMU Rp675 ribu/bulan. Untuk sekolah internasional masing-masing Rp75 ribu lebih mahal,” papar Anton. “Kita mempertimbangkan kualitas servis yang kita berikan. Kita punya pengalaman mengajar lebih dari 15 tahun. Kalau memanggil guru spesialis, orang tua harus membayar sekitar Rp1 juta/bulan. Dan jika 3 mata pelajaran, maka totalnya Rp3 juta/bulan. Di Sinotif dengan kualitas layanan setingkat guru privat spesialis, tidak lebih dari Rp750 ribu untuk 3 mata pelajaran. Ini harga yang jauh lebih murah,” imbuhnya.

Merasa yakin dengan prospek bisnis yang kian berkembang, tahun 2008 untuk pertama kali Sinotif mulai menawarkan kerja sama franchise. Sampai akhir tahun 2009 ditargetkan sudah ada 10 cabang franchise di seluruh Jabodetabek. Dan setelah itu Sinotif baru akan mengembangkan jaringan ke kota-kota lain.

“Kita hanya membidik kelas menengah ke atas dari sekolah-sekolah unggulan swasta. Kita memperkirakan di Jabodetabek ini ada 30 titik. Untuk Jakarta Utara sudah ada cabang-cabang kita yang mengisi, lainnya coba kita tawarkan kepada investor dalam bentuk kerjasama franchise. Saat ini sudah ada 2 cabang berjalan dan 3 cabang baru kita cari lokasinya,” ungkap Anton.

Anton maupun Hindra berpendapat, pada masa krisis ekonomi para orang tua, terutama kalangan menengah ke atas akan lebih mengutamakan investasi bagi masa depan anak-anaknya. Dan untuk menjamin kesuksesan salah satunya tidak lain adalah pendidikan yang lebih baik. Artinya, masa krisis justru memberikan banyak peluang bagi investor yang tertarik pada bisnis pendidikan.

Berapa besarnya investasi untuk satu cabang Sinotif? Selain biaya awal waralaba (initial franchise fee) yang harus dibayar, calon investor juga harus memnyiapkan dana untuk persiapan operasi awal dan pembukaan, misalnya sewa gedung, renovasi, peralatan, biaya rekruitmen, marketing awal, dan sebagainya. Total yang harus disediakan sekitar Rp750 juta, sudah termasuk franchise fee sebesar Rp300 juta untuk lima tahun. Setiap bulan franchisee dikenai biaya royalty fee yang besarnya tetap Rp3 juta, ditambah 9% dari total pendapatan kotor. Menurut Anton ROI (return of investment) termasuk cepat, sekitar 2 tahun. Bahkan target balik modal usaha dengan asumsi perkiraan jumlah 65 siswa sudah diperoleh dalam 3 bulan.

“Sebagai full business format franchise, maka dukungan yang kita berikan, mulai dari membantu konsultasi set-up gedung, training tim, support marketing, konsultasi, dan langsung kami berikan 5 guru. Salah satu masalah ketika orang mendirikan lembaga kursus, yaitu materi dan guru. Materi kita sudah siap dengan materi yang sangat khas, 7 lapis modul bimbingan belajar,” jelas Anton dan Hindra. Tertarik?
Kelezatan unggas yang berjalannya tertatih-tatih ini sudah dikenal masyarakan luas. Sayangnya daging bebek berbau amis dan alot. Bebek Kremes Wong Jogja berhasil mengatasinya dan menyulap menjadi menu yang renyah dan gurih. Fitra Iskandar

SL. Siandi gemar sekali menyantap daging bebek. Ditengah kesibukanya atau selepas bekerja, tak jarang ia menyempatkan diri untuk bersantap di kaki lima maupun restoran yang meyediakan daging bebek sebagai salah satu menunya. Kegemarannya menyantap daging bebek ternyata membuahkan ide untuk membuka usaha restoran berbahan baku bebek.
Ide tersebut muncul lantaran Andi merasa tak puas dengan cara penyajian makanan kegemarannya itu, yang identik memiliki rasa yang “amis” dan tekstur daging yang alot.“Padahal kalau diteliti lebih mendalam daging bebek teksturnya lebih lembut, bergizi dan sangat gurih dibandingkan jenis unggas lainnya,” jelas Andi.
Merasa yakin dapat menciptakan makanan berbahan daging bebek seperti yang ia bayangkan, Andi melakukan riset kecil-kecilan selama 8 bulan. Ia melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan cara bagaimana membuat daging bebek agar empuk sekaligus tak berbau amis, tanpa proses penguapan (presto). Hasilnya tercetuslah Bebek Kremes Wong Jogja.

Berbekal keyakinan bisa sukses, Andi menyisihkan gajinya selama menjadi karyawan, untuk mengumpulkan modal usaha. Pada tahun 2000, dengan modal awal Rp 15 juta. Andi mencoba-coba mengadu peruntungannnya di bisnis restoran ini. “Modal saya Rp 15 juta untuk membeli bahan baku, peralatan dapur, menggaji 3 orang karyawan , dan perlengkapan untuk pesanan makanan,” kenang Direktur CV Duta Kencana pemilik hak usaha bebek kremes ini.
Karena masih berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan ritel di Kota Gudeg, usaha Bebek Kremes Wong Jogja dijalankan dengan sistem delivery order. Sedikit demi sedikit usahanya ini mulai dikenal dan memiliki banyak pelanggan. Melihat perkembangan pelanggan yang cukup pesat, akhirnya Andi bekerjasama dengan salah satu rekannya untuk mengembangkan usahanya dalam bentuk rumah makan, dengan modal awal sekitar Rp 50 juta. Hasilnya menggembirakan. Andi mengklaim restorannya selalu ramai pengunjung. “ Sekitar 50 orang pengunjung setiap hari cukup membuat 5 karyawan kami kewalahan. Belum lagi pesanan dari berbagai instansi,” kisahnya.

Karakter konsumen restoran yang selalu menginginkan menu yang unik, menurut Andi merupakan salah satu celah yang bisa dimanfaatkan bagi setiap orang yang menjalankan usaha makanan. Itu sebabnya Andi begitu optimistis dengan bisnis bebek kremesnya. Usaha yang buka pertama kali di Jl Soragan 106 Yogyakarta ini selain mengandalkan keunikan sajian bebeknya, Andi juga mengincar para pelancong yang datang ke Kota Pelajar tersebut agar bebek kremesnya menjadi salah satu makanan oleh –oleh khas kota Yogyakarta.

Keuntungannya cukup lumayan. Dari 3 cabang bebek kremes yang sudah ada, menurut Mei, marketing Manager CV Duta Kencana, pemasukan outletnya bisa mencapai Rp 6 juta/hari. Besar kecilnya omset Bebek Kremes tergantung kapasitas restorannya. Mei merinci restoran dengan kapasitas 50 tempat duduk, dalam sehari bisa menghasilkan omset Rp 4-6 juta. Untuk outlet yang lebih kecil seperti yang berada di Jl Mangkubumi yang memiliki kapasitas 10 tempat duduk, omset perhari sekitar Rp 1-2 juta. Sedangkan satu outlet lainya di Jakarta yang berkapasitas 15 tempat duduk bisa menghasilkan Rp 1-4 juta. Mei mengklaim cabangnya di Jakarta selalu ramai dikunjungi pembeli. ”Setiap mendekati akhir pekan bebek kremes dikunjungi lebih dari 150 orang,” akunya.

Nama Bebek Kremes Wong Jogja yang semakin dikenal luas, dan suasana usaha yang menguntungkan, tidak disia-siakan CV Duta Kencana untuk memperluas jaringan usaha, melalui sistem waralaba. CV Duta Kencana menawarkan Rp 50 juta untuk franchise fee selama 15 tahun. “Dalam kurun waktu 6 bulan saja kami sudah mendapatkan master franchise untuk Jabodetabek, Jawa Tengah, Sumatera Utara di kota Medan (bulan depan grand opening). Dan masing-masing master franchise sudah ancang-ancang mengambil daerah penting untuk cabangnya sendiri. Sehingga diperkirakan dalam waktu setahun saja nantinya ada sekitar hampir 20 anak turunannya,” yakin Mei.

Proyeksi Bisnis Bebek Kremes Wong Jogja
PENJUALAN HARIAN minimum
30 ekor bebek @ Rp. 50.000 Rp. 1.500.000,-
Nasi, minuman dll Rp. 500.000,-
Total Penjualan Rp. 2.000.000,-
PENGELUARAN PER HARI
Bahan Baku Rp. 1.000.000,-
Gaji Karyawan 10 orang Rp. 150.000,-
Franchise Fee (disusutkan 5th) Rp. 30.000,-
Peralatan (disusutkan 3th) Rp. 15.000,-
Reklame (disusutkan 2th) Rp. 15.000,-
Telepon,air,listrik Rp. 15.000,-
Operasional Rp. 50.000,-
Total pengeluaran Rp. 375.000,-
TOTAL PROFIT PER HARI Rp. 625.000,-
TOTAL PROFIT PER BULAN = Rp. 625.000 X 30 hari = Rp. 18.750.000
BEP = Rp. 160.000.000,- : Rp. 18.750.000,- = 8,5 bln
Resep Masakan Indonesia – Resep Bakso


A. Pilihan bahan resep bakso - bahan utama untuk membuat bakso
1. Bakso daging sapi
Resep masakan Indonesia >> Untuk bakso sapi pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin

2. Bakso ikan
Resep masakan Indonesia >> Untuk bakso ikan pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat

3. Bakso udang
Resep masakan Indonesia >> Untuk bakso udang pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, remas-remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus

4. Bakso ayam
Resep masakan Indonesia >> Untuk bakso daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua


b. Teknik resep membuat bakso
1. Membuat adonan bakso
Resep masakan Indonesia >> untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. Setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. Bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.

2. Membentuk resep adonan bakso
Resep masakan Indonesia >> setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, remas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau masukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso biasanya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang

Tips dalam membuat bakso
Resep masakan Indonesia >> banyak diantara kita yang mengemari makanan yang satu ini. Resep membuat bakso juga dapat dengan mudah, insya allah ditemukan di berbagai website. Kalau di milis kita ini ada resep andalan dari mbak minda, mbak naih dan mungkin masih banyak sister lain yang punya resep andalan tapi masih malu-malu berbagi.

Resep masakan Indonesia >> Dari pengamatan saya, para pencoba resep-resep ini punya keluhan yang sama yaitu soal tekstur. Kalau rasa sih rata-2 tidak mengalami masalah.
Beberapa tips yang dapat disampaikan di sini adalah sbb:
1. Giling/cincang daging sehalus mungkin sampai menyerupai pasta (paste)

2. Untuk mendapatkan gilingan yg halus, tambahkan 1 sdm minyak masak (cooking oil) pada setiap batch (kalau food processornya kecil, mungkin kita harus menggiling daging beberapa batches)
sebagai pengganti daging sapi (kalau yang takut mad cow, dsb) dapat menggunakan daging ayam bagian paha atas. Paha atas pada ayam dapat digolongkan sebagai red meat yang dapat digunakan sebagai substitusi daging sapi.

3. Untuk yang senang bakso urat, pada pembuatan bakso sapi dapat dicampur ground beef dengan ground chuck. Untuk pembuatan bakso ayam, campur paha atas (tigh) dengan drum stick .

4. Untuk mendapatkan bakso yang kenyal, dapat digunakan baking soda. Gunakan baking soda secukupnya (kira-2 1/4 sdt untuk 21/2 cup daging giling halus). Penggunaan baking soda yg terlalu banyak akan membuat rasa bakso getir (agak pahit). Yield untuk 21/2 cup daging giling halus adalah kira-2 30 butir bakso ukuran sedang.

5. Untuk mendapatkan bakso yg keras, gunakan tepung tapioka (tapioca starch). Bisa digunakan trial and right (bukan error) dengan cara merebus sedikit adonan di air mendidih untuk mengetahui apakah adonan sudah mencapai tingkat kekerasan yg diinginkan. Kalau masih keempukan, tambahkan tepung sedikit demi sedikit sampai tingkat kekerasan yg diinginkan. Lebih baik menambah tepung dari pada terlalu banyak .

6. Untuk mendapatkan ukuran bakso yang kira-2 sama besar, dapat digunakan baking dish. Tempatkan adonan ke dalam baking dish, bagi rata sesuai keinginan (dipetak-petak di baking dish) baru kemudian dibuat bulatan-2 seperti bola. Buat bakso sekaligus dalam jumlah yang banyak dan simpan di lemari es.

Cara menyimpan bakso
Resep masakan Indonesia >> walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.
Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih. Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.

RESEP CARA BUAT BIKA AMBON


Resep masakan - resep bika ambon
Bahan Resep bika ambon I
10 butir telur diambil kuningnya saja
200 gr “sagu tani”
200 gr “gula” pasir


Bahan Resep bika ambon II: biang
1 sdm “ragi roti” (yeast)
1 sdm gula pasir
1 sdm “tepung terigu”
3 sdm “air” hangat


Bahan Resep bika ambon III
300 ml “santan” kental
2 lembar “daun pandan”
2 lembar “serai”

Cara membuat bika ambon:

Untuk biang : campur semua bahan biang hingga rata. Diamkan sepuluh menit.
Rebus santan dengan serai, daun pandan, daun jeruk hingga mendidih. Dinginkan hingga hangat-hangat kuku.
Kocok kuning telur dan gula hingga halus, kemudian masukkan sagu, biang, dan santan. Aduk sampai rata, saring, lalu diamkan selama 3 jam.
Masukkan dalam cetakan, panggang dengan api bawah sampai kering, kemudian nyalakan api atas hingga bika ambon anda matang.
Resep Donat Singkong

Bahan resep:
400 gram singkong, bersihkan, potong-potong, kukus dan haluskan.
400 gram tepung terigu protein tinggi.
100 gram gula halus.
10 gram baking powder.
11 gram ragi instan.
1,5 sendok garam halus.
50 gram susu bubuk.
2 butir telur ayam.
150 ml air.
100 gram margarin.
Minyak secukupnya, untuk menggoreng.
Gula bubuk secukupnya, untuk lapisan resep.

Cara Membuat Resep donat singkong:
1. Masukkan resep singkong, tepung, terigu, gula halus, baking powder, ragi instan, garam dan susu bubuk. Aduk rata.
2. Masukkan telur dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
3. Tambahkan margarin, uleni sampai kalis. Bundarkan adonan, sisihkan selama 60 menit dalam temperatur ruang.
4. Kempiskan adonan, kemudian potong dan timbang adonan masing-masing seberat 25 gram.
5. Goreng adonan sampai matang berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan tiriskan. Panas-panas, gulingkan donat ke dalam gula bubuk.
Resep donat singkong siap dihidangkan.
Resep ini untuk 45 buah.

Bahan:
500 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr susu bubuk
11 gr ragi instant
200 gr kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr gula psir
75 gr mentega
½ sdt garam
4 btr kuning telur

Cara membuatnya:

Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus ,tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit.
Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat

tips sukses membuat donat kentang :

1. Siapkan semua bahan terlebih dahulu tanpa ada yg boleh ketinggalan satupun, meski garam sekalipun.

2. Ingat aturan bikin roti, ragi gak boleh ketemu garam dan atau mentega ya. Nanti raginya mati, gak mau mengembangkan adonan. Garam dan mentega masuknya setelah adonan setengah kalis.

3. Haluskan kentang sampai benar-benar halus, kalau perlu pake blender, supaya adonan bisa licin dan gak gradakan

4. Setelah Halus Dinginkan kentang sebelum dibuat Donat. Terus kalau tidak dalam keadaan dingiiiinnn…waaa.., raginya langsung mati deh.

5. Buat adonan hingga kalis elastis, ikuti step by step pada resep, hingga ketika dibulatkan permukaannya halus licin. Bulatan yang halus dan licin akan membentuk donat yang bulat cantik ketika digoreng/merekah.

6. Istirahatkan adonan lk. 20 s/d 30 menit (tergantung cuaca), tutup dengan plastik spy permukaannya tidak kering.

7. Lubangi bagian tengahnya menggunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah, agar bentuknya membundar cantik. Gerakan memutar (sentrifugal) akan membantu terbentuknya donat yang bundar.

8. goreng dengan panas sedang (supaya donat matang sempurna sampai kebagian dalam) Bila salah satu sisi sudah kuning kecoklatan, segera balik, teruskan menggoreng sampai kedua sisi coklat. Angkat. Tiriskan.

Resep Donat Telo


Ingin mencoba resep ini? Bahannya mudah didapatkan, resepnya gampang dipraktekkan, hasilnya bisa dinikmati satu keluarga. Rasanya manis dan empuk...!

Bahan Resep Donat :
• 300 gram Ketela (telo) yang sudah direbus dan dihaluskan
• 700 gram Terigu Roda Biru
• 20 gram Susu bubuk
• 25 gram Tepung maizena
• 50 gram Gula
• 2 gram Vanila essence
• 1 gram Telur
• 8 gram Ragi instan
• 400 gram Air
• 25 gram Shortening putih
• 10 gram Garam

Bahan Resep Donat:
• 200 gram Gula halus
Cara Membuat Donat:
1. Campur semua bahan kering di dalam mangkuk mixer. Kecuali garam dan shortening putih.
2. Masukkan telur dan air ke dalam bahan kering, aduk dengan kecepatan rendah hingga adonan menggumpal. Masukkan shortening putih dan garam, aduk lagi dengan kecepatan sedang hingga kalis.
3. Istirahatkan adonan selama ± 15 menit. Timbang adonan dengan berat 40 gram, bulat-bulatkan dan letakan di loyang yang sudah diberi tepung terigu. Istirahatkan kembali ± 10 menit.
4. Setelah 10 menit, lubangi tengahnya dengan menggunakan kedua jari telunjuk dan putar-putar sehingga lubangnya melebar. Letakkan kembali adonan di loyang tadi; biarkan agar sedikit mengembang.
5. Siapkan penggorengan dengan minyak yang banyak dan menggunakan api sedang.
6. Goreng donat hingga matang atau warna kecoklatan.
7. Biarkan donat dingin. Setelah donat dingin, taburi permukaannya dengan gula halus atau gulung-gulungkan donat di gula halus.

Hasil jadi: 35 pcs
Bahan-bahan:
125 gr Krim keju
150 gr Mentega
125 gr Gula halus
1 butir Kuning telur
325 gr Tepung terigu
1 sdt Baking powder

Bahan isian:
50 gr Mascarpone
1 sdm Rum
½ sdt Kopi instan
1 sdm Madu
150 gr Dark chocolate, lelehkan

Bahan topping:
100 gr Cokelat putih , lelehkan
50 gr Dark chocolate, serut kasar

Cara membuat :
* Cookies: Kocok krim keju, mentega dan gula halus hingga lembut. Masukkan kuning telur, kocok kembali hingga rata, tambahkan tepung terigu dan baking powder, aduk rata.
* Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga, semprotkan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin, panggang dalam oven selama 20 menit atau hingga kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.
* Isian: Kocok mascarpone hingga lembut, masukkan bahan lainnya, aduk rata.
* Ambil satu buah cookies, olesi bagian belakang cookies dengan bahan isian. Tumpukkan satu cookies lagi di atasnya, beri cokelat putih leleh di atasnya, taburi cokelat serut, biarkan mengeras.
Bahan :
10 tbsp unsalted butter,melted
1 3/4 cup all purpose flour
1 tbsp baking powder
1 1/4 tsp ground cinnamon
1/4 tsp salt
1/2 tbsp vanilla bean
2/3 cup sugar
2/3 cup milk
1 large egg,room temperatur
1 1/4 cup mixed fresh berries

Cara :
1. Preheat oven to 400 F ( pake otang panaskan oven sekitar 15-20 menit)
2. Oleskan loyang muffin dengan mentega atau lebih mudahnya pakai paper cup muffin
2. Dalam mangkuk yang besar campur bahan kering ( terigu, baking powder, cinnamon, salt)
3. Dalam mangkuk yang lain campur bahan basah (vanilla essence, butter, sugar, milk, eggs) aduk rata.
4. Campurkan bahan kering dan basah ( 2 & 3) dengan diaduk pakai whisk tidak lebih dari 10 adukan
( kalau kelebihan jadinya keras).
5. Masukkan adonan ke piping bag atau squeeze bottle atau pakai cup kecil, tuang ke loyang sekitar 2/3.
6. Panggang 15-20 menit, tes tusuk , kalau lidi ditusuk dikeluarkan bersih dan atas muffin kuning
kecoklatan berarti sudah matang, biarkan dingin sebentar, kemudian keluarkan dari loyang.

Bahan - bahan:
120 g tepung terigu
180 g margarin
3 butir telur, kocok hingga mengembang
200 g dark cooking chocolate, potong-potong
150 g gula pasir
60 g potongan kacang almond/kenari
¼ sdt garam halus

Cara Membuat:
1. Panaskan margarine hingga meleleh. Masukkan potongan cokelat, gula pasir dan garam, aduk hingga cokelat meleleh dan gula larut. Angkat.
2. Tuang tepung terigu sedikit demi sedikit dan kocokan telur. Tambahkan potongan kacang almond/kenari. Aduk rata.
3. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialas dengan kertas roti dan diolesi margarin, ratakan. Taburi atasnya dengan irisan kacang almond.
4. Panggang di dalam oven bertemperatur 170 derajat celcius selama 45 menit atau hingga kue matang. Angkat. Potong-potong, sajikan.

Untuk 12 potong

Catatan :
Warna kue brownies yang cokelat susah untuk mengetahui apakah kue sudah matang atau belum. Caranya dengan menusuk kue dengan lidi/kawat. Jika lidi diangkat sudah tidak ada adonan yang menempel/kering berarti kue sudah matang.

Bahan-bahan:
150 gr butter (diamkan pada suhu ruang)
75 gr gula pasir
3 butir telur
50 ml susu
130 gr terigu
2 sdt baking powder
2 sdt kakao bubuk
1/2 sdt vanili ekstrak

Cara membuat:
1. Kocok butter dan gula sampai halus.
2. Masukkan telur satu persatu sambil dikocok.Kemudian tuangkan susu kedalamnya
3. Masukkan vanili lalu terigu,aduk rata.
4. Ambil 1/3 adonan dan tuangkan kakao bubuk,aduk rata sisihkan.
5. Siapkan loyang loaf,alasi kertas roti.
6. Masukkan adonan putih,lalu kemudian adonan coklat dan terakhir adonan putih.
7. Dengan spatula tarik ujung adonan satu keujung lainnya,seperti garis tengah memanjang.
8. Panggang dengan suhu 170°C kurleb 45 menit
9. Setelah kue matang,dinginkan baru deh dipotong-potong.Enak dibuat teman minum teh.

Bahan-bahan:
250 gr tepung tapioka
100 gr terigu
300 gr gula pasir
1 pak vanili
garam secukupnya
800 ml santan kental
pewarna makanan:merah dan hijau atau sesuka hati

Cara membuat:
1. Campur semua adonan jadi satu lalu dibagi rata menjadi 3 bagian dan beri warna.
2. Siapkan dandang yg sudah dipanaskan.Taruh cetakan yg atasnya sudah diolesi minyak.
3. Masukkan adonan ke dalam cetakan selapis demi selapis.Tiap lapisan dikukus selama 5-7 menit.
4. Untuk adonan terakhir kukus selama 30 menit.
5. Setelah matang keluarkan dari dandang dan tunggu sampai agak dingin baru dipotong-potong.

Bahan Kulit :
- Air 225 cc
- Mentega 100 gr
- Garam ¼ sdt
- Tepung cakra 125 gr
- Telur 4 btr (Ukuran Sedang)

Bahan Vla :
- Susu cair 700 cc
- Gula 125 gr
- Maizena 90 gr
- Kuning telur 2 pcs
- Butter 2 sdm

Cara membuat :

Kulit :
1. Didihkan air bersama mentega & garam.
2. Masukan tepung cakra secara sekaligus, aduk cepat sampai kalis. Dinginkan sampai uap panas menghilang.
3. Masukan telur ke dalam adonan tepung , kocok dengan bantuan mixer.
4. Cetak dengan menggunakan spuit besar langsung ke atas loyang yang sudah di oles mentega.
5. Bakar dengan panas 200° sampai kecoklatan.

Vla :
1. Cairkan Maizena dengan 200 cc susu cair. Masukan kuning telur, aduk rata. Sisihkan.
2. Panaskan500 cc susu cair dengan gula sampai hampir mendidih sambil di aduk.
3. Masukan campuran maizena kedalam campuran susu & gula secara sekaligus, aduk cepat sampai mengental dan meletup-letup.
4. Masukan butter aduk rata. Dinginkan.

Setelah kulit sus dingin, gunting di bagian sisi bawah. Masukan Vla ke dalam kantong segitiga dan semprotkan ke dalam kulit sus.

Catatan :
* Memasukan tepung cakra ke dalam didihan air harus sekaligus karena kalau sedikit demi sedikit akan membuat adonan kulit mengerindil karena tepungnya tidak merata.
* Saat membakar kulit, jangan membuka oven sampai kulit kokoh, karena kalau pintu oven dibuka saat kulit belum kokoh nanti akan membuat kulit turun kembali dan tidak mau naik lagi sehingga kurang cantik.

Bahan:
500gr terigu
500gr ubi, kukus, haluskan
250gr gula pasir
250gr gula merah
2 kuning telur
1/2 sdt garam
1 bks ragi instant
200ml santan kara

Cara membuat :
1. Aduk semua bahan hinnga tercampur rata.
2. Diamkan sampe adonan mengembang 2x lipat
3. Masukkan ke dalam cetakan ato papercup
4. Diamkan kurleb 15 menit
5. Kukus kurleb 10 menit

cara BUAT KUE APE


Bahan dan Bumbu :
* Terigu Segitiga Biru / Gunung Bromo 200 gr
* Tepung beras 100 gr
* Santan 350 ml
* Gula 200 gr
* Soda kue 1/2 sdt
* Garam 1/2 sdt
* Vanilli 2 buah
* Kismis secukupnya
* Daun pandan secukupnya
* Daun suji secukupnya

Cara Memasak :
* Aduk rata tepung terigu, tepung beras, gula, dan garam. Tuang santan perlahan-lahan sambil diuleni.
* Masukkan soda kue.
* Tuang ke cetakan yang telah dipanasi dari tengah ke pinggir dengan bantuan sendok sayur sampai mendapatkan kulit tipis.
* Taburkan kismis, tutup, masak hingga matang.

Tips:
* Untuk mendapatkan kue ape yang bagian tengahnya menggunung, gunakanlah penggorengan yang kecil yang cekungannya cukup dalam.
* Gunakanlah terigu berprotein sedang, seperti Segitiga Biru / Gunung Bromo.
Resep ini dibukunya dituliskan untuk penderita diabetes,

penggunaan gula digantikan oleh sirup gula fruktosa, dan butter digantikan dengan minyak salad
Bisa dicoba resep dibawah ini, maaf saya sendiri belum pernah nyoba,
Kalo liat dari gambarnya enakkk, oh iya ini saya kutip dari Modern Slice Cake karangan Koko Hidayat

Diabetic Orange Slice Cake

Bahan:
8 kuning telur

2 putih telur

100 gr gula fruktosa cair

10 gr cake emulsifier

½ sdt garam

70 gr trigu segitiga

30 gr susu bubuk non fat

100 gr minyak salad

1 sdt esen jeruk

Pewarna orange secukupnya



Cara membuat:

Kocok kuning telur, putih telur, gula fruktosa cair, cake emulsifier dan garam hingga mengembang dan kental. Masukkan terigu dan susu bubuk non fat kocok hingga rata.
Masukkan minyak salad, esen jeruk dan pewarna orange, aduk hingga rata.
Siapkan 3 loyang persegi ukuran 30X10 oles dengan margarin dan alasi kertas roti. Tuang adonan panggang selama 20-30 mening dengan panas oven 180 C hingga matang.



Catatan:

Gula fruktosa adalah gula yang terbuat dari singkong.
Saya kalo bikin jus dan kurang manis pakenya ya gula fruktosa cair ini bukan gula pasir or skm,
Cara Membuat Souvenir Pernikahan Towel Cake Bentuk Muffin

Cara membuat Towel Cakes & Wedding Towel Cakes handuk kecil,asesoris buah/buahan,kawat,cup dari kertas,dobel tip,plastik dan pita,cutter,gunting, Towel Cakes & Wedding Towel Cakes biasanya di berikan untuk souvenir pernikahan unik,

cara membuat Towel:handuk kecil dilipat 3x,setelah itu Design Towel dilipat lagi sebanyak 3x,dan dimasukkan kedalam cup kue, Design Towel untuk topping atasnya diberi buah sesuai selera,dengan cara memberi dobel tip pada buah dan direkatkan diatas handuk,kemudian dimasukkan Towel kedalam plastik dan diberi pita supaya lebih cantik

selamat mencoba Temukan informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Towel Cakes ~ Wedding Towel Cakes ~ Design Towel ~ Towel dan Towel Cakes : Wedding Towel Cakes & Design Towel Cakes Jawa Tengah di 88db.com

http://evysouvenir.multiply.com/
Have you seen the price of breakfast bread (Morgenbrød) lately? It’s enough to make one wonder if it wouldn’t be cheaper to make your own. You know what? It is! For the cost of a typical loaf of bread (between $2 – $4), you can make more than one loaf of homemade goodness. A large bag of bread flour can make quite a few loaves with a handful of other ingredients. You’ll need some yeast, salt, sugar, milk, water, oil and maybe an egg or two, depending on your chosen recipe.

Also Quick bread recipes are a great alternative to making homemade loaf the old fashioned way. Sure you can use a bread maker that will do the work for you, but then you would be missing out on all of the fun of making the treats yourself.

When making bread, there are a few things to keep in mind. Choose a basic recipe if you’ve never made bread before. Plan ahead. Read through the recipe a few times to familiarize yourself with the ingredients and the process. It is important to follow the recipe exactly.

Learning how to make bakery (Bageri ) bread is a great way to get started on your path to a healthier lifestyle, plus you’ll get to enjoy fresh, warm loaf that just melts in your mouth. Yummy is the only word to adequately describe homemade loaf.

You can make loaf in two different ways. You can make it from scratch by hand or you can use a bread making machine to make the dough for you. The second yields fast results, but seems to lack that “homemade” quality that comes from kneading and seeing the loaves take shape from your very own hands.

Make sure all your ingredients are at room temperature before you start. Yeast likes a warm environment. The measuring of dry and wet ingredients is of utmost importance to create a tender, tasty loaf. Pre-measure your ingredients if you find that helpful.

Follow your recipe exactly. If it says to mix the ingredients in a certain order, do it. Making bread is a science as much as an art, and if you want your loaf to turn out the same way every time, follow the directions to the letter!

When all your ingredients are mixed, it is time to knead the dough. You will need additional flour to spread on your counter and to dip your hands in so the dough doesn’t stick to you or the table top. Kneading is necessary to develop the gluten in the bread dough, mix in air for rising, and distribute the ingredients so the yeast can feed. Yes, the yeast actually feeds on the sugars in the dough, and creates a fermentation process, which enables the dough to rise properly. The biggest rookie mistake in bread-making is not kneading the dough long enough. Use a timer if you need it. You’ll want to knead the bread between 8-10 minutes.

When you are done kneading, form the dough into a ball and set in a greased bowl. Cover and let rest. Your dough will need to sit for 1-2 hours to rise. Make sure your kitchen is warm to aid the rising process.

At the end of this time, you’ll want to uncover the dough, punch it down, shape the dough how you want it be when you bake it, and cover it for another rising session. When it is done rising, it is time to bake. Pre-heat your oven before baking. Once your bread is done, let it cool completely before slicing.

Once you’ve mastered a basic bread (Brød ) recipe, you can make artisan breads, French bread, herbed breads, rolls, and more.

Just imagine some sweet banana loaf with a gooey cream cheese frosting just waiting for you when you get home from a long, stressful day at work. It is an ultimate comfort food and is well worth the little bit of time it will take to make and bake.
Jamur tiram adalah jenis sayuran yang relative mahal. Harga kilogram jamur tiram putih dijual Rp 12.000. Sebagai salah satu pilihan usaha skala kecil dan menengah, usaha jamur tiram (Pleurotus ostreatus) bisa menjadi tambahan penghasilan. Bila dikelola serius, tidak mustahil bisa berkembang menjadi usaha yang besar dan mandiri.
Dengan menjalankan usaha jamur tiram, kalau hanya ingin memiliki pendapatan Rp 3 juta-Rp 5 juta per bulan tidaklah terlalu sulit. Bayangkan saja jika kebun jamur kita mampu menghasilkan 20 Kg perhari, sedangkan harga perkilo Rp 12.000 tinggal kali sebulan aja. Disamping itu modalnya juga tidak begitu besar, dari sisi lokasi usaha, usaha jamur tiram juga tidak membutuhkan tempat yang luas. Cara budidayanya juga tidak begitu rumit. Mudah dipelajari dan risiko kegagalannya rendah. Di sisi lain, permintaan

Cara Budidaya
Serbuk kayu gergaji dan kapur dolomit atau kapur bangunan diaduk rata. Tambahkan air secukupnya. Selama sehari semalam, campuran serbuk kayu gergaji dan kapur dikompos.
Selanjutnya, tambahkan dedak dan gypsum, lalu diaduk rata dan ditambah air lagi secukupnya. Masukkan adukan itu dalam kantong plastik yang telah disediakan, dengan kepadatan tertentu.
Setelah itu, masukkan cincin dari bambu dengan diameter 4 sentimeter pada bagian atas adonan, lalu plastik diikat.
Polibag yang telah berisi adonan itu disusun dalam drum, lalu dikukus selama 8 jam. Selanjutnya, didinginkan sehari semalam. Bila sudah dingin, masukkan bibit jamur di ruang inokulasi secara serasi, dengan cara membuat lubang sedalam 6 sentimeter pada adonan itu.

Perhatikan pula suhu ruangan, harus 28-30 derajat celsius, dengan kelembaban 92-96 persen. Setelah 15 hari di ruang inkubasi, pindahkan media jamur ke ruang budidaya. Tunggu 30-40 hari agar meselium jamur tumbuh putih merata.
Lalu buka penutup media, dan jamur bisa dipanen 3-4 hari kemudian. Tanpa menebar benih kembali, pemanenan jamur pada media yang sama bisa dilakukan hingga lima kali.
Setelah cukup besar, jamur segar tinggal dijual ke pasar.
Dendeng Jantung Pisang dari Cimahi

DENDENG dan abon, umumnya terbuat dari daging. Tapi di Cimahi, jantung pisang pun bisa disulap menjadi dendeng dan abon yang lezat dan menggiurkan.

ADALAH Bambang Eko Putro yang pertama kali memperkenalkan itu. Di Cimahi dendeng dan abon jantung pisangnya sudah sangat terkenal. Warga menyebutnya sebagai denjapi alias dendeng jantung pisang dan bonjapi atau abon jantung pisang.

Dari sisi bentuk, nyaris tak ada beda antara denjapi dan bonjapi ini dengan dendeng dan abon biasa yang terbuat dari daging. Dari sisi rasa juga tak jauh beda, terlebih untuk bonjapi yang di Cimahi sudah dipasarkan sejak lima tahunan lalu.

Bambang mengaku, ketertarikannya mengolah jantung pisang berawal ketika dirinya melihat jantung pisang tercecer tanpa manfaat di sisi jalan yang dilewati. Bambang langsung ingat kepada sang nenek di Kediri yang sering menyajikan sayur jantung pisang sebagai menu makanan.

"Saya mulai coba-coba buat menu makanan dari jantung pisang tahun 2003. Kalau diamati tekstur serat jantung pisang mirip serat daging. Lalu saya coba membuat bumbu dendeng sehingga jadi menu denjapi," jelas sarjana ekonomi yang pernah bekerja di perusahaan perangkat water heater ini ketika ditemui di rumahnya di Perumahan Puri Cipageran Indah, Cimahi, beberapa waktu lalu.

Melalui industri skala rumah tangga ini lah rata-rata dalam sehari, Bambang mampu memproduksi 400 kemasan denjapi dan 100 kemasan bonjapi. Produk tersebut dipasarkan melalui penjual dan 30-an penyalur di wilayah Jawa Barat. Pengiriman produk ini ke Malaysia dan Singapura dilakukan hanya bila ada permintaan.

"Saya belum bisa melayani jumlah pemesanan banyak, satu kontainer misalnya. Ketersediaan bahan baku masih jadi kendala. Agak sulit mendatangkan jantung pisang dari luar Jawa Barat karena daya tahannya cuma dua hari," terang Bambang.
Sebagian bahan baku jantung pisang maupun pisang diperoleh dari kebun pisang milik Bambang di wilayah Cipageran, Cimahi, seluas tiga hektare dan kebun pisang seluas 10 hektare di Darangdan, Purwakarta.

"Saya masih terus mengumpulkan berbagai jenis pisang dari seluruh Indonesia untuk ditanam di kebun. Makanya kalau dari daerah, saya selalu bawa bonggol pisang sebagai oleh-oleh. Ada yang dari Aceh, Kalimantan, dan daerah lain. Ke depan saya ingin membuat kebun saya menjadi area wisata kebun. Di tempat ini masyarakat bisa mendapat wawasan tentang aneka jenis pisang sekaligus melakukan penelitian," ungkap Bambang. (ricky reynald yulman)

Dibuat Sate Pun Oke
SELAIN mengolah jantung pisang menjadi dendeng dan abon, Bambang juga mengembangkan penelitiannya tentang manfaat lain jantung pisang bagi kesehatan.
Dibantu putri sulungnya Bambang meneliti rebusan air jantung pisang yang bisa mencegah pendarahan otak bila diminum secara rutin. Penelitian tersebut akhirnya dijadikan bahan skripsi putrinya untuk menamatkan pendidikan di Jurusan Farmasi ITB.

"Orangtua dulu menggunakan getah pisang buat menghentikan pendarahan kalau kita luka. Kemudian embun yang ada di bonggol pisang sering dipakai buat menyehatkan rambut. Jadi masih banyak lagi penelitian tentang pisang yang bisa kita lakukan," ujar Bambang.

Bambang mengaku, kini sudah ada 47 resep makanan nusantara dan minuman berbahan dasar pisang yang ia kuasai. Tapi sekarang baru 15 menu yang ia kenalkan melalui gerai "Banana Is Pisang" di area wisata Tahu Lembang dan De Ranch. Dua di antaranya adalah baso goreng dan sate jantung pisang yang belakangan malah menjadi menu favorit pengunjung.

Menu lainnya yang ia buat adalah colenak pisang, cireng isi pisang, bolu dan brownies pisang, aneka rasa kripik pisang, dan pisang sale.

"Baso goreng disajikan dengan kuah asam segar. Sate pakai bumbu kacang. Teman yang biasa buat cireng aneka isi sempat ragu waktu saya anjurkan coba isi cireng dengan pisang raja bulu. Ternyata permintaan konsumen terus tambah. Ada yang tadinya cuma mau coba-coba, malah langsung pesan lima porsi atau lebih," kisah Bambang seraya mengaku bahwa emua keahliannya kini ia pelajari secara otodidak sejak 2003 silam. (ricky reynald yulman)

Dimakan Kucing Saat Dijemur
DI balik kesuksesan mengelola industri makanan olahan pisang, banyak kisah unik yang dialami pria bertubuh tegap yang telah mengenalkan kreasinya di Malaysia dan Singapura ini.

"Lima wadah dendeng saya dimakan kucing waktu dijemur di loteng. Dendeng gosong karena terlalu lama digoreng. Saya dan karyawan juga pernah mencoba satu kol jantung pisang kiriman dari Ciwidey. Sebab ada jantung pisang yang pahit dan tidak bisa diolah jadi makanan. Sekarang cuma lihat bentuk, warna, dan tekstur jantung pisang saya sudah bisa bedakan," ungkap suami Ny Tita Rosita ini sambil tersenyum.

Bambang kini gencar berbagi pengalaman serta wawasan tentang usaha mengolah pisang yang ditekuni. Membina kelompok warga di lingkungan sekitar tempat tinggal, serta membina para siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dikelola Bambang.

Mantan Ketua Umum Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro (AIKMA) Jawa Barat ini juga sering diminta menjadi fasilitator UKM di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk menjadi narasumber pada forum kewirausahaan di Unpad dan Unjani.

"Kepada para mahasiswa saya gambarkan fakta di lapangan tentang sulitnya mencari pekerjaan. Banyak sarjana yang jadi penganggur intelektual karena sudah sekian tahun belum juga dapat pekerjaan. Pilihan lain yaitu lulus kuliah lalu jadi direktur, mengepalai usaha sendiri yang dia rintis sejak kuliah," ujar pria kelahiran Nganjuk Jawa Timur tahun 1960 ini serius.

Pernyataan itu difasilitasi Bambang dengan mengajak masyarakat menjalani usaha franchise, membuat makanan dan minuman olahan dari pisang. Bambang telah menyiapkan tim buat melatih dan memberi wawasan bagi para calon wirausahawan yang berminat.

"Selain itu, saya ingin ajak calon wirausahawan mengenal berbagai jenis pisang. Kemudian secara jujur menjelaskan supaya konsumen tahu kenapa ada perbedaan harga produk. Cara ini sekaligus membuat semua pihak menyadari begitu banyak jenis pisang di Indonesia," tandasnya. (ricky reynald yulman)

CV Bianca & PKBM Bina Warga
Perumahan Puri Cipageran Indah Blok A No. 136
Cimahi 40511 Jawa Barat
Telepon (022) 6641906
Email : pkbm_denjapi@yahoo.com

MLM Paling Unik Modal Kecil, Produk ga habis 20 tahun